Arab Melayu di Riau, Sumatra dan Kalimantan
Menurut artikel “Abjad Jawi” di Wikipedia bahasa Indonesia, tulisan ini dipakai untuk bahasa Melayu dialek Riau, Jambi, Palembang, Pontianak, Deli dan lainnya, juga untuk bahasa Aceh, Banjar dan Minangkabau.
- Kepulauan Riau. Peraturan Wali Kota Batam Nomor 44 Tahun 2022 menetapkan Tulisan Arab Melayu sebagai muatan lokal di jenjang pendidikan dasar. Kompetensi kelas I dimulai dari mengenal dan membaca huruf hijaiyah dan huruf Arab Melayu.
- Riau. Papan nama jalan di Pekanbaru ditulis dalam huruf Latin dan Arab Melayu; fotonya dipakai di artikel Wikipedia yang sama. Provinsi Riau juga mengatur muatan lokal Budaya Melayu Riau di sekolah; rinciannya belum kami periksa.
- Kalimantan Selatan. Kantor Kelurahan Gambut Barat di Kabupaten Banjar memakai papan nama beraksara Jawi (foto di artikel yang sama).
Kaidah penulisan Arab Melayu
Konverter ini mengikuti ejaan Jawi bahasa Melayu yang dibakukan Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Malaysia. Kaidah utamanya:
- Vokal ditulis menurut suku kata. Vokal a pada suku kata terbuka ditulis dengan alif, tetapi pada suku kata tertutup biasanya tidak: makan (ماکن), sampan (سمڤن). Huruf e pepet tidak ditulis: sekolah (سکوله).
- Akhiran -a. Pada kata dua suku kata seperti raba, alif di akhir tidak ditulis (راب), tetapi pada kata lain ditulis (kota, کوتا).
- Huruf k dan q. Huruf k di akhir kata Melayu asli ditulis qaf: anak (انق). Kata serapan Barat memakai kaf: plastik (ڤلستيک).
- Diftong dan vokal berurutan. Vokal a-i dan a-u dipisahkan dengan hamzah: baik (باٴيق), naik (ناٴيق).
- Kata serapan Arab mengikuti ejaan Arab aslinya: kitab (کتاب), huruf (حروف), kamus (قاموس).
- Kata ulang ditulis dengan angka dua Arab: anak-anak (انق٢).
Kaidah ini diringkas dari bagian ejaan artikel “Jawi script” di Wikipedia bahasa Inggris, dan semua contoh di atas diambil dari kamus konverter. Ejaan dalam naskah lama bisa berbeda dari ejaan baku ini.
Kata Indonesia dan ejaan lama
Kamus konverter berisi kata bahasa Melayu Malaysia. Karena itu, sebelum dicari di kamus, masukan bahasa Indonesia diperiksa dalam dua langkah, dan setiap kata yang diubah diberi garis titik-titik di hasilnya:
- Ejaan lama. Teks dengan ejaan sebelum 1972 dibaca sebagai ejaan sekarang: dj menjadi j, tj menjadi c, j menjadi y, oe menjadi u, nj menjadi ny, sj menjadi sy dan ch menjadi kh, menurut daftar ciri Ejaan Van Ophuijsen dan Ejaan Republik di Wikipedia bahasa Indonesia. Contohnya, nama jalan Djl. Tjilatjap dibaca Jl. Cilacap. Kata masa kini yang kebetulan memuat gugus itu, seperti masjid dan koefisien, tidak dihitung dan tidak diubah.
- Ejaan Indonesia untuk kata serapan Arab. Enam kata dicari dengan ejaan Malaysianya karena tulisan Arabnya sama: Jumat (Jumaat), Kamis (Khamis), magrib (maghrib), isya (isyak), wudu (wuduk) dan mesjid (masjid).
Kata yang bentuknya memang berbeda, misalnya uang (Malaysia: wang) atau karena (Malaysia: kerana), tidak diganti. Kata seperti ini ditulis menurut aturan suku kata dan diberi warna kuning, karena kami tidak punya sumber ejaan Arab Melayu Indonesia untuk kata-kata tersebut.
Latihan menulis Arab Melayu
Untuk berlatih menulis, buat lembar kerja yang bisa dicetak di halaman Latihan Jawi: menebalkan huruf, menulis kata, membaca, mencocokkan, mengisi huruf yang hilang dan mencari huruf, lengkap dengan kunci jawaban. Petunjuk di halaman itu dalam bahasa Melayu, tetapi huruf dan ejaannya sama dengan Arab Melayu di halaman ini.
Di Malaysia disebut Jawi
Di Malaysia dan Brunei, tulisan Arab Melayu disebut Jawi. Di Malaysia, Jawi masih terlihat setiap hari pada papan nama, buku agama dan pelajaran sekolah. Situs ini awalnya dibuat untuk pembaca Malaysia: konverter utama kami, Rumi ke Jawi, mengubah tulisan Latin (di Malaysia disebut Rumi) ke Jawi dan sebaliknya, dan halaman Tulisan Jawi menjelaskan sejarah dan ejaannya dalam bahasa Melayu. Untuk bahasa Jawa dan Sunda, gunakan konverter Arab Pegon.