Rumi ke Jawi

Translate Latin ke Arab Pegon

Ketik kalimat bahasa Jawa atau Sunda dengan huruf Latin, hasilnya langsung tampil dalam Arab Pegon. Kaidah yang dipakai dijelaskan di bawah, lengkap dengan sumbernya.

7 kata
Pegon
كانجٓڠ نبي محمد ڤونيكو اوتوسانيڤون ڮوستي الله
Opsi lanjutan
Bentuk huruf dh, th, g
Kode pepet
Huruf k di akhir kata

Penjelasan setiap pilihan ada di bagian Kaidah yang dipakai.

kata huruf e dibaca ê atau é, klik untuk gantikata mungkin kata serapan Arab, biasanya ditulis seperti ejaan ArabLaporkan kesalahan

Coba:

Huruf Pegon

Pegon memakai huruf hijaiyah ditambah huruf untuk bunyi Jawa dan Sunda: ca (چ), dha (ڎ), tha (ڟ), nga (ڠ), pa (ڤ), ga (ڮ) dan nya (ۑ), serta va (ۏ) untuk kata asing. Pilih huruf untuk melihat bentuknya, bunyinya, kode Unicode-nya dan bentuk lain yang ditemukan dalam sumber.

Huruf berlatar hijau ditambahkan untuk bunyi Jawa dan Sunda yang tidak ada dalam bahasa Arab.

dha

Latin
dh
Bunyi
/ɖ/
Kode Unicode
U+068E
Dipakai untuk
Jawa

Dal dengan tiga titik di atas, untuk dh bahasa Jawa. Tidak ada dalam Jawi.

Bentuk huruf

  1. ڎTunggal
  2. ‍ڎAkhir

Bentuk lain dalam sumber

  • ڊDal dengan satu titik di bawah U+068A
  • ࢮDal dengan tiga titik di bawah U+08AE

Contoh kata

  • Indhonésia (Jawa; Wikipedia (Inggris))إنڎَونَيسييا

Tanda vokal

Dalam gaya gundul (bawaan konverter), vokal ditulis dengan huruf; hanya é dan o yang diberi fathah dan ê diberi tanda pepet. Dalam gaya berharakat lengkap, setiap huruf diberi harakat dan setiap konsonan penutup suku kata diberi sukun.

LatinVokalGundulBerharakat
kaaكاكَا
kiiكيكِيْ
kuuكوكُوْ
kéé / èكَيكَيْ
kooكَوكَوْ
kêê (pepet)كٓكٓ

Tanda yang dipakai: fathah (U+064E) untuk a; bersama ya atau wau menjadi é atau o, kasrah (U+0650) untuk i, dammah (U+064F) untuk u, sukun (U+0652) untuk konsonan tanpa vokal (penutup suku kata), pepet (U+0653) untuk ê (e pepet); dalam bahasa Sunda juga eu.

Perbedaan Pegon dan Jawi

Pegon dan Jawi sama-sama berasal dari huruf Arab dan berbagi beberapa huruf tambahan, misalnya ca (چ), nga (ڠ) dan pa (ڤ). Jawi dipakai untuk bahasa Melayu, sedangkan Pegon untuk bahasa Jawa dan Sunda. Perbedaannya terlihat pada tiga hal berikut.

1. Huruf tambahan

Bahasa Jawa punya bunyi dh dan th yang tidak ada dalam bahasa Melayu, sehingga Pegon memakai huruf dha (ڎ) dan tha (ڟ). Huruf ga dan nya juga berbeda bentuknya, dan Pegon memakai kaf Arab, bukan kaf Persia seperti Jawi.

BunyiPegonJawi
dhڎ—
thڟ—
gڮݢ
nyۑڽ
kكک
pڤ (Sunda: ف)ڤ

2. Vokal ditulis dengan huruf

Pegon menuliskan semua vokal kata asli Jawa dan Sunda: a dengan alif, i dan é dengan ya, u dan o dengan wau, dan ê dengan tanda pepet. Ejaan Jawi bahasa Melayu sering menghilangkan alif dan tidak menandai e pepet, jadi kata yang sama tampak lebih pendek. Contoh berikut ditulis oleh konverter Pegon ini dan oleh konverter Jawi kami:

KataPegon (Jawa)Jawi (Melayu)
kêmbangكٓمباڠکمبڠ
anakاناكانق
pagiڤاڮيڤاݢي

3. Huruf k di akhir kata

Jawi menulis k di akhir kata Melayu asli dengan qaf (ق), misalnya anak. Dalam Pegon, k di akhir kata ditulis dengan kaf (ك), atau dengan hamzah (ء) dalam sebagian kitab.

Untuk huruf Jawi lengkap dengan bentuk awal, tengah dan akhir serta contoh kata Melayu, lihat halaman Huruf Jawi (bahasa Melayu).

Contoh Arab Pegon

Kata dari buku dan artikel yang menjadi sumber halaman ini, ditulis seperti dalam sumbernya dan seperti hasil konverter. Perbedaan kecil di antaranya adalah variasi ejaan yang dijelaskan di bagian kaidah.

LatinDalam sumberHasil konverterSumber
têmbung (Jawa) تٓمْبُوْڠْ تٓمْبُوْڠْ Jamalin & Rahman 2021, contoh (3)
mlêbu (Jawa) مٓلٓبُوْ مٓلٓبُوْ Jamalin & Rahman 2021, tabel 3
ndêmèk (Jawa) اَنْدٓمَيْكْ اَنْدٓمَيْكْ Jamalin & Rahman 2021, tabel 4
Indhonésia (Jawa) إنڎَونَيسييا إنڎَونَيسييا Wikipedia (Inggris), bagian Vowel diacritics
anggota-anggotané (Jawa) اڠڮَوتا۲نَي اڠڮَوتا٢نَي Wikipedia (Inggris), bagian Reduplication
utusanipun (Jawa) اوتوسانيڤون اوتوسانيڤون Wikipedia (Indonesia), Contoh kalimat
trima (Jawa) تريما تٓريما Nitisastro 1933, hlm. 8
Nitisastro tidak menulis pepet; konverter menulis pepet pada gugus tr.
carios (Sunda) چاريَوس چاريَوس Wikipedia (Inggris), bagian Sundanese Pégon
seueur (Sunda) سٓأۤر سٓأٓر Wikipedia (Inggris), bagian Sundanese Pégon
Sama; sumber memakai U+06E4 untuk pepet kedua, konverter U+0653.

Contoh kalimat

Kalimat dari contoh di Wikipedia bahasa Indonesia, ditulis oleh konverter dalam gaya gundul:

  • Kanjêng Nabi Muhammad puniku utusanipun Gusti Allah (Jawa)كانجٓڠ نبي محمد ڤونيكو اوتوسانيڤون ڮوستي الله
  • Kanjeng Nabi Muhammad mangrupikeun utusan Gusti Allah (Sunda)كانجٓڠ نبي محمد ماڠروفيكٓن اوتوسان ڮوستي الله

Kaidah yang dipakai konverter ini

Pegon tidak punya satu ejaan baku. Kitab, naskah dan buku pelajaran berbeda dalam jumlah dan letak titik huruf tambahan, cara menulis vokal, dan pemakaian harakat. Konverter ini memilih satu kaidah untuk setiap hal dan menyebut sumbernya. Hal yang tidak dijelaskan oleh sumber mana pun ditandai sebagai pilihan konverter.

Huruf

  • ca چ, nga ڠ, pa ڤ, ga ڮ, nya ۑ, dha ڎ dan tha ڟ: bentuk dalam tabel romanisasi Jawi-Pegon Library of Congress (ALA-LC 2012) dan dalam tabel huruf Wikipedia bahasa Inggris dan Indonesia. Nitisastro (1933) memakai bentuk yang sama untuk ca, nga, pa, ga dan nya.
  • Bentuk lain yang tercatat: dal, tha dan kaf dengan satu titik di bawah (ڊ ࢋ ࢴ), yang dalam daftar karakter Unicode diberi keterangan “Pegon” (Jacquerye 2019, Unicode L2/19-340; Rikza 2022, Unicode L2/22-116). Bentuk ini bisa dipilih di Opsi lanjutan. Nitisastro (1933) menganjurkan tiga titik di bawah untuk tha (ࢌ); bentuk ini tidak dipakai.
  • Bahasa Sunda: p dan f ditulis ف, dh dan th pada kata serapan Arab ditulis ض dan ط, sesuai tabel huruf naskah Pegon Sunda dalam Apriyanto dkk. 2021. Huruf ga Sunda dengan dua titik tegak di bawah (ࢍ, Jacquerye 2019, Unicode L2/19-340) bisa dipilih di Opsi lanjutan.

Vokal

  • Gaya gundul (bawaan): a ditulis alif, i ditulis ya, u ditulis wau, é ditulis fathah dan ya, o ditulis fathah dan wau, ê ditulis tanda pepet. Ini baris “bare” pada tabel vokal Wikipedia bahasa Inggris; Wikipedia bahasa Indonesia menjelaskan bahwa fathah dipakai untuk membedakan i dan é, serta u dan o.
  • Gaya berharakat lengkap: huruf yang sama dengan semua harakat, dan sukun pada setiap konsonan penutup suku kata, termasuk di akhir kata. Ini cara menulis dalam delapan kitab pesantren yang diteliti Jamalin & Rahman 2021 (tabel 2 dan contoh-contohnya).
  • a selalu ditulis dengan alif, juga pada suku kata tertutup, misalnya jaran جاران dan timbang تيمباڠ, seperti dalam Nitisastro (1933) dan contoh adang اَدَاڠْ dalam Jamalin & Rahman 2021. Sebagian kitab tidak menulis alif ini (klambi كٓلَمْبِىْ dalam sumber yang sama).
  • Vokal di awal kata ditopang alif: berharakat اَ اِ اُوْ اَيْ اَوْ untuk a, i, u, é, o, menurut tabel Wikipedia bahasa Inggris. Dalam gaya gundul, i ditulis إ dan a ditulis alif saja seperti dalam contoh anggota (Wikipedia) dan apa (Nitisastro 1933); é dan o tetap diberi fathah (pilihan konverter, karena tabel sumber tidak jelas untuk kedua vokal ini).
  • Pepet ditulis dengan U+0653, karakter yang biasa dipakai untuk pepet dalam teks digital (Rikza 2022, Unicode L2/22-116). Sejak Unicode 16 ada karakter khusus U+0897 ARABIC PEPET; karena belum ada di banyak fon, karakter ini hanya dipakai jika dipilih di Opsi lanjutan.
  • Bahasa Sunda: e dan eu sama-sama ditulis dengan tanda pepet, dan é dengan fathah dan ya (Apriyanto dkk. 2021).
  • Bahasa Jawa: huruf e tanpa tanda bisa berarti ê (pepet) atau é. Konverter membacanya sebagai é di suku kata terbuka terakhir dan sebagai ê di tempat lain, lalu menandai kata itu agar bacaan lain bisa dipilih dengan klik (pilihan konverter). Ketik ê, é atau è untuk menghindari tebakan.

Gugus konsonan, huruf k dan vokal berurutan

  • Gugus konsonan seperti kl, kr, ml, ngl, sr dan by: konsonan pertama diberi pepet, misalnya mlêbu مٓلٓبُوْ (Jamalin & Rahman 2021, tabel 3). Wikipedia bahasa Indonesia dan Nitisastro (1933) tidak memberi tanda pada gugus; cara itu tidak dipakai.
  • Kata Jawa yang diawali mb, nd, ndh, nj atau ngg ditulis dengan alif di depannya: ndêmèk اَنْدٓمَيْكْ (Jamalin & Rahman 2021, tabel 4). Gugus nasal lain diberi pepet (pilihan konverter).
  • Huruf k di akhir kata ditulis kaf, misalnya apik اڤيك. Sebagian kitab dan Nitisastro (1933) menulisnya dengan hamzah (bibik بيبيء); cara ini bisa dipilih di Opsi lanjutan.
  • Vokal berurutan dalam bahasa Jawa mengikuti tabel Wikipedia bahasa Inggris: setelah a dipakai hamzah (saiki سائيكي), sebelum a dipakai ya atau wau (Indhonésia إنڎَونَيسييا). Dalam bahasa Sunda, ya atau wau dipakai sesuai lafal dan hamzah hanya untuk vokal kembar (carios چاريَوس, seueur سٓأٓر). Urutan vokal yang tidak ada dalam tabel sumber ditulis dengan pilihan konverter.
  • Nitisastro (1933) menulis vokal berurutan dengan ha seperti dalam aksara Jawa (maoe ماهو); cara itu tidak dipakai.

Kata ulang dan kata serapan

  • Kata ulang ditulis dengan angka dua Arab: tembung-tembung تٓمبوڠ٢; akhiran ditulis setelah angka itu (anggota-anggotané اڠڮَوتا٢نَي); kata ulang berawalan memakai tanda hubung (kasurung-surung). Sumbernya Wikipedia bahasa Inggris, yang merujuk Apriyanto dkk. 2021. Kata ulang dengan akhiran yang diawali vokal ditulis dengan tanda hubung (pilihan konverter).
  • Kata serapan Arab ditulis seperti ejaan Arabnya (Wikipedia bahasa Indonesia; Apriyanto dkk. 2021). Konverter hanya mengenal lima kata yang dicontohkan sumber: Allah, Nabi, Muhammad, makhluk dan wajib. Kata lain yang tampak seperti kata serapan (berisi f, v, z, q, kh, sy dan sebagainya) ditulis menurut bunyinya dan diberi warna kuning agar diperiksa.
  • Tanda baca koma, tanda tanya dan titik koma ditulis ، ؟ ؛. Angka tetap 0–9.

Yang tidak dilakukan konverter ini

  • Tidak ada arah Pegon ke Latin: tanpa harakat dan tanpa kamus, satu tulisan Pegon bisa dibaca beberapa cara.
  • Tidak ada kamus Pegon: semua kata ditulis dengan aturan di atas.
  • Bahasa Madura (Pèghu) dan Pegon untuk bahasa Indonesia belum didukung. Untuk bahasa Indonesia dan Melayu, gunakan Tulisan Arab Melayu.

Pertanyaan umum tentang Arab Pegon

Apa itu Arab Pegon?

Arab Pegon adalah huruf Arab yang disesuaikan untuk menulis bahasa Jawa, Sunda dan Madura. Selain huruf hijaiyah, Pegon memakai huruf tambahan untuk bunyi seperti c, dh, th, ng, ny, p dan g. Sampai sekarang Pegon dipakai terutama di pesantren, misalnya untuk menulis makna dan tafsir kitab.

Apa bedanya Arab Pegon dan Arab Melayu?

Arab Melayu (di Malaysia disebut Jawi) dipakai untuk bahasa Melayu, sedangkan Pegon untuk bahasa Jawa dan Sunda. Pegon menulis semua vokal dengan huruf atau harakat dan punya huruf dha (ڎ) dan tha (ڟ). Untuk bahasa Melayu dan Indonesia, pakai halaman Tulisan Arab Melayu.

Apakah hasil konverter ini pasti benar?

Tidak selalu. Pegon tidak punya satu ejaan baku, dan konverter ini bekerja dengan aturan, bukan kamus. Huruf e tanpa tanda pada bahasa Jawa ditebak (ê atau é), dan kata serapan Arab ditulis menurut bunyinya kecuali lima kata yang ada dalam sumber. Jika menemukan kesalahan, tekan Laporkan kesalahan di bawah kotak konverter.

Kenapa sebagian huruf tidak tampil di HP saya?

Huruf seperti ڎ, ڟ, ڮ dan ۑ hanya tampil jika fon di perangkat memilikinya. Di halaman ini kami memakai fon Noto Naskh Arabic yang memuat semua huruf tersebut. Pepet kode U+0897 (Unicode 16) belum ada di banyak fon, karena itu konverter memakai U+0653 sebagai bawaan. Daftar fon gratis ada di halaman Font Jawi (bahasa Melayu).

Bisakah mengubah tulisan Pegon ke Latin?

Belum. Banyak teks Pegon tidak menulis semua harakat, dan cara menulis vokal berbeda antarkitab, sehingga satu tulisan bisa dibaca beberapa cara. Tanpa kamus Pegon yang terbuka, hasil Pegon ke Latin akan berupa tebakan, jadi fitur itu tidak kami buat.

Bagaimana menulis bahasa Sunda dengan Pegon?

Pilih Sunda di atas kotak konverter. Huruf p ditulis ف seperti dalam naskah Pegon Sunda, e dan eu ditulis dengan tanda pepet, dan é dengan fathah dan ya. Bahasa Sunda tidak memakai huruf dha dan tha Jawa.

Sumber

  • Jamalin, F. & Rahman, A. A. (2021). Arabic-Java Writing System: How Javanese Language Adopts Arabic Script. Izdihar 4(1): 43–58. Akses terbuka, CC BY-SA. doi.org
  • Nitisastro (1933). Patokanipoen Basa Djawi Kaserat Aksara ‘Arab (Pegon). Surabaya: Drukkerij & Boekhandel Peneleh. Pindaian koleksi Perpustakaan UI. drive.google.com
  • Apriyanto, A., Nurjanah, N. & Ruhaliah (2021). Structure of the Sundanese Language in the Pegon Script. Prosiding ICOLLITE 2021, hlm. 30–37. CC BY-NC 4.0. doi.org
  • Library of Congress (2012). ALA-LC Romanization Tables: Jawi-Pegon. www.loc.gov
  • Jacquerye, D. M. (2019). Proposal to encode Javanese and Sundanese Arabic characters. Unicode L2/19-340. www.unicode.org
  • Rikza F. Sh. (2022). Proposal to encode four Pegon characters. Unicode L2/22-116. www.unicode.org
  • Wikipedia bahasa Inggris, “Pegon script”, revisi 1374845202 (14 September 2026). CC BY-SA 4.0. en.wikipedia.org
  • Wikipedia bahasa Indonesia, “Abjad Pegon”, revisi 29785957 (17 September 2026). CC BY-SA 4.0. id.wikipedia.org
  • The Unicode Consortium. Unicode 18.0, NamesList.txt (keterangan U+068A, U+06AE, U+088B–U+088D, U+0897, U+08AE, U+08B4). unicode.org

Penjelasan lengkap setiap pilihan, termasuk contoh dari sumber yang diuji otomatis, ada di dokumentasi mesin konverter kami. Halaman ini belum ditinjau oleh penutur asli bahasa Jawa atau Sunda.