Perbedaan Pegon dan Jawi
Pegon dan Jawi sama-sama berasal dari huruf Arab dan berbagi beberapa huruf tambahan, misalnya ca (چ), nga (ڠ) dan pa (ڤ). Jawi dipakai untuk bahasa Melayu, sedangkan Pegon untuk bahasa Jawa dan Sunda. Perbedaannya terlihat pada tiga hal berikut.
1. Huruf tambahan
Bahasa Jawa punya bunyi dh dan th yang tidak ada dalam bahasa Melayu, sehingga Pegon memakai huruf dha (ڎ) dan tha (ڟ). Huruf ga dan nya juga berbeda bentuknya, dan Pegon memakai kaf Arab, bukan kaf Persia seperti Jawi.
| Bunyi | Pegon | Jawi |
|---|---|---|
| dh | ڎ | — |
| th | ڟ | — |
| g | ڮ | ݢ |
| ny | ۑ | ڽ |
| k | ك | ک |
| p | ڤ (Sunda: ف) | ڤ |
2. Vokal ditulis dengan huruf
Pegon menuliskan semua vokal kata asli Jawa dan Sunda: a dengan alif, i dan é dengan ya, u dan o dengan wau, dan ê dengan tanda pepet. Ejaan Jawi bahasa Melayu sering menghilangkan alif dan tidak menandai e pepet, jadi kata yang sama tampak lebih pendek. Contoh berikut ditulis oleh konverter Pegon ini dan oleh konverter Jawi kami:
| Kata | Pegon (Jawa) | Jawi (Melayu) |
|---|---|---|
| kêmbang | كٓمباڠ | کمبڠ |
| anak | اناك | انق |
| pagi | ڤاڮي | ڤاݢي |
3. Huruf k di akhir kata
Jawi menulis k di akhir kata Melayu asli dengan qaf (ق), misalnya anak. Dalam Pegon, k di akhir kata ditulis dengan kaf (ك), atau dengan hamzah (ء) dalam sebagian kitab.
Untuk huruf Jawi lengkap dengan bentuk awal, tengah dan akhir serta contoh kata Melayu, lihat halaman Huruf Jawi (bahasa Melayu).